Khatib Jum'at Mejid Ar-Rahman, Tanjung Aur Kota Padang, 17 Oktober 2025
assalamualaikum, Wr, Wb.
Khutbah Iاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ ۗ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
kaum muslimin sidang jamah jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dan amal saleh kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak hadirin sekalian untuk sejenak merenungi keadaan hidup kita. Di era yang serba cepat dan penuh ketidakpastian ini, betapa sering kegalauan dan kecemasan menyelimuti hati. Kegalauan tentang rezeki, tentang masa depan, tentang keluarga, dan tentang berbagai persoalan hidup lainnya. Hati menjadi tidak tenang, pikiran pun menjadi kusut.
Lalu, di manakah kita mencari solusinya? Allah SWT, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, telah memberikan petunjuk-Nya yang sangat jelas dalam Al-Qur'an. Salah satunya adalah firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 277:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
Kaum muslimin sidang jamaah jumat rahimakumullah, Ayat ini, memberikan motifasi bagi kita untuk menanamkan fondasi kehidupan, resep ilahi dalam menghadapi berbagai godaan dan penyesatan hidup. baik penyakit galau, cemas. dan sifat-sifat negatif lainnya. Resep itu adalah integrasi atau penyatuan antara iman dan amal.
Pertama, Iman (Āmanū). Iman bukanlah kata kosong. Ia adalah energi keyakinan yang menghujam kuat di dalam hati, bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Mengatur, Maha Adil, dan Maha Memberi Rezeki. Iman yang benar akan melahirkan sikap tawakkal dan ridha. Saah seorang galau karena rezeki, imannya akan berkata, "Allah jamin rezekiku, sebagaimana Dia menjamin burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang petang dalam keadaan kenyang."
selain itu, iman mengingatkan kita tentang arti dan makna hidup. sebagai seorang hamba yang beriman sudah tentu jelas tujuan hidup ditenga berbagai gelombang kehidupan dan tujuan itu adalah untuk beribadah. dalam penggalan ayat di atas menyaratkan bahwa kebajikan-kebajikan, melaksanakan perintah shalat, zakat dan sebagainya merupakan instrumen ibadah kepada sang pencipta Allah SWT yang memberikan bekal kepada seorang hambah disaat menuju kehidupan akhirat.
selanjutnya, Amal Saleh ('Amilush Shālihāt). Iman yang bersemayam di hati mustahil tidak melahirkan tindakan. Ibarat pohon yang baik, ia pasti akan berbuah. Amal saleh adalah buah dari iman. Ketika iman kita kuat, kita tidak akan hanya diam dan mengeluh saat menghadapi masalah. Kita akan berusaha, bekerja keras, mencari solusi dengan cara-cara yang halal dan baik. Kegagalan tidak membuatnya putus asa, karena itu adalah bagian dari rencana Allah yang terbaik.
Dalam ayat ini, Allah menyebutkan dua bentuk amal saleh yang sangat utama:
Mendirikan Shalat (Aqāmush Shalāh). Shalat adalah tiang agama. Ia adalah sarana komunikasi langsung hamba dengan Tuhannya. Dalam shalat yang khusyuk, terdapat ketenangan dan kekuatan. Shalat mengingatkan kita bahwa ada Yang Maha Besar yang mengatur segalanya, sehingga beban masalah terasa lebih ringan. Shalat yang benar akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, yang merupakan sumber dari banyaknya kegalauan.
Menunaikan Zakat (Ātawuz Zakāh). Zakat adalah bukti nyata dari iman dan kepedulian sosial. Dengan berzakat, kita membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Kikir dan tamak adalah sumber kegalauan. Dengan berzakat, kita yakin bahwa harta kita berkah, dan kita percaya bahwa dengan menolong orang lain, Allah akan menolong kita dengan cara yang tidak terduga.
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Inilah integrasi yang diajarkan Islam. Iman yang menghibur dan menguatkan hati dari dalam. Amal saleh, shalat, dan zakat yang menjadi aksi nyata untuk mengubah keadaan dan membersihkan jiwa. ini merupakan kesempatan dalam menggapai kemaslahatan hidup. sebab kesempatan tidak akan pernah terulang kedua kalinya. sejalan dengan hal itu, hadis nabi mengatakan bahwa pergunakan yang lima sebelum datang yang lima, sebagaimana bunyi hadis dibawah ini Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
yang artinya “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish.
melalui pesan ayat dalam penggalan surat al-baqarah ayat 277 dan hadis nabi, dapat menyadari kita bahwa kehidupan dalam menyikapi berbagai ujian dan cobaan, selalu diatas prinsip-prinsip yang telah disyariatnya dan kesempatan hidup yang sekali ini harus diiringi dengan pesan nabi agar kita tidak mudah goya dan selalu pada jalan yang diridhoinya.
jika sudah demikian maka hasilnya adalah Allah sendiri yang menjamin dalam ayat tersebut: "Mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
semoga bermanfaat bagi kita semua, Fa' tabiru ya ulil abshor.
Penulis Dr. Rus Yandi, S.HI, M.H
Ketua Kederisasi Pemuda dan Remaja Mesjid DMI Sumbar